ISIAN DESKRIPSI DIRI DOSEN 2010

KOMPONEN A

A.1. Berikan contohnya usaha kreatif

1. Usaha Kreatif

Berdasarkan hasil pengamatan terutama pada awal saya mulai mengabdikan diri sebagai dosen kurang lebih 5 (lima) tahun pertama. Tercermin dalam suatu realita termasuk saya bahwa dosen adalah suatu pekerjaan bukan suatu profesi atau pengabdian tugas mulia, hampir sebagian besar dosen beranggapan demikian. Termasuk mereka dosen negeri atau yang diperbantukan yang sudah jelas mendapat gaji yang pasti sedangkan saya hanya sebagian dosen yayasan yang tidak punya gaji karena yayasan atau oerguruan tinggi dimana tempat saya bertugas belum mampu menggajinya. Gaji saya hanya mengandalkan dari jumlah mengajar. Anggapan tersebut terbukti dari perilaku dosen dalam melaksanakan tugasnya hanya sekedar menyampaikan materi sudah merasa tugasnya selesai, tanpa berfikir apakah materinya bisa dipahami atau tidak oleh mahasiswa yang penting memenuhi harapan mahasiswa pada saat ujian yang penting lulus sudah beres. Namun dibalik itu timbul suatu pemikiran dan kesadaran bahwa materi atau imbalan belum menjamin dapat meningkatkan motivasi dan moral kerja. Disitulah timbul suatu kesadaran diri pada diri saya terlebih saya kaitkan dengan ajaran agama saya bahwa mengamalkan ilmu adalah ibadah “amalkan ilmu walau satu ayat”. Inilah yang membuat motivasi dan semangat saya meningkat terlebih-lebih saya bersyukur kepada Allah SWT melalui Sertifikasi Dosen (SERDOS) ini mudah-mudahan semangat mengabdikan diri lebih meningkat lagi sesuai dengan harapan saya. Maka timbulah usaha “bagaimana cara agar ilmu yang saya ajarkan benar-benar dapat diterima, dipahami oleh mahasiswa. Langkah pertama yang saya lakukan adalah merubah kebiasaan metode mengajar yang selama ini menggunakan metode ceramah sekarang menggunakan metode komunikatif serta metode kontekstual dengan menggunakan media pembelajaran melalui laptop dan infocus diharapkan mahasiswa akan lebih memahami materi yang saya sampaikan. Disamping itu mahasiswa diberi tugas sesuai dengan mata kuliah/materi yang diajarkan yang selanjutnya untuk didiskusikan atau dipresentasikan, melalui tugas tersebut mahasiswa dapat mencari informasi atau pengetahuan tambahan di luar kelas yang relevan dengan materi yang dipelajarinya sehingga dapat menambah wawasan pengetahuannya. Kegiatan diskusi ini mereka terdorong untuk memberanikan diri untuk mengeluarkan pendapat atau menghargai pendapat orang lain. Kegiatan presentasi mereka terdorong untuk berani tampil di muka kelas sehingga dapat melihat mahasiswa terbiasa berbicara di depan umum. Tentunya hal ini sebelum kegiatan proses belajar ini dimulai terlebih dahulu saya mempersiapkan diri dengan membiasakan diri pada setiap awal perkuliahan saya selalu memperkenalkan mata kuliah yang akan diajarkan kemahasiswa. Tujuan mata kuliah, locus, focus maupun asfek ontology, efistomologi dan aksiologi dari mata kuliah tersebut sehingga mahasiswa diharapkan memahami arah tujuan dan isi dari mata kuliah yang akan dipelajarinya.

2. Dampak Perubahan

Sebagaimana saya jelaskan dimuka usaha perubahan dalam metode mengajar dan penggunaaan model pembelajaran melalui laptop dan infocus dan metode komunikatif dan kontekstual serta kegiatan diskusi mahasiswa tentunya memerlukan usaha yang kreatif dari dosen. Dengan adanya perubahan tersebut ternyata berdampak positif terhadap mahasiswa. Berdasarkan hasil evaluasi dapat dijelakan sebagai berikut : Pada saat menggunakan metode ceramah mahasiswa terkesan pasif, kurang bergairah dan tidak focus pada materi yang disampaikan dosen, terlebih didukung oleh suasana jam mengajar (jadwal mengajar Pukul 13.00 WIB) sehingga mahasiswa ada sebagian yang mengantuk. Dengan perubahan metode mengajar tersebut terjadi perubahan terhadap mahasiswa, mahasiswa menjadi lebih aktif, bergairah dan lebih fokus dalam menerima materi dari dosen. Karena penyampaian materi lewat infocus lebih efektif dan disajikan secara sistematis dan dinamis yang diselingi gambar atau karikaktur yang tentunya relevan dengan materi yang diajarkan sehingga menimbulkan tawa senyum mahasiswa sehingga mahasiswa lebih bersemangat dalam belajar ini tentunya memerlukan usaha kreatif dosen dalam menyajikan menu mengajar sebelumnya.

A.2. Berikan contohnya kedisiplinan, keteladanan dan keterbukaan

3. Kedisiplinan 

Kedisiplinan, keteladanan dan keterbukaan terhadap kritik dalam pelaksanaan pempelajaran merupaka tiga hal pokok penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Diakui secara jujur sebelum terjadi perubahan pada diri saya bahwa kedisiplinan, keteladanan dan keterbukaan sering diabaikan seolah telah terjadi suatu kesepakatan yang tidak tertulis antara dosen dan mahasiswa. Dosen sering tidak tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditentukan, perilaku dosen lebih mencerminkan pekerja bukan berperan sebagai pendidik sehingga kurang memperhatikan kedisiplinan maupun keteladanan bagi mahasiswanya begitupun merasa tabu untuk dikritik oleh mahasiswanya karena dosen lebih menonjolkan hak perogratif sebagai penetu kelulusan mahasiswa dengan demikian mahasiswa enggan/takut untuk memberikan kritik. Setelah adanya kesadaran diri maka ketiga hal tersebut diatas merupakan hal yang sangat penting untuk ditegakan dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran.

4. Keteladanan

Menegakan disiplin bukan merupakan hal yang mudah namun perlu dilakukan secara konsisten dan pembiasaan diri. salah satu upaya nyata harus dimulai dari dosennya dan inilah dirasakan cukup efektif dan menegakkan disiplin tidak perlu menggunakan kekuasaan atau perintah terhadap mahasiswa tetapi cukup ditunjukkan dengan sikap dan perilaku dosen mulai dari disiplin waktu mengajar sampai waktu yang telah ditentukan, saya selalu berusaha datang ke kampus 30 menit sebelum saya mengajar. Dengan kebiasaan ini diharapkan mahasiswa bisa timbul kesadarannya untuk mendisiplinkan dirinya. Hal ini pula menunjukkan keteladanan yang harus ditunjukkan kepada mahasiswa.

Penegakkan disiplin memang perlu disertai sanksi agar mahasiswa semakin memperhatikan pentingnya disiplin begitupun bentuk pujian kepada mahasiswa sebagai penghargaan terhadap disiplin. Namun penerpana sanksi selalu dilakukan secara persuasif dan dilakuan secara musyawarah antara saya sebagai dosen dengan mahasiswa, agar sanksi yang dibuat dan disepakati bersama dapat ditegakkan sebagai suatu contoh : disepakati bagi mahasiswa diberi toleran 15 menit terlambat diijinkan untuk masuk dan mengabsen begitupun berlaku bagi dosen terlambat tanpa memberitahukan kepada mahasiswa diberi waktu 15 sampai 30 menit mahasiswa punya hak mengabsen.

5. Keterbukaan

Begitupun dalam hal keterbukaan terhadap saran dan kritik kepada mahasiswa sangat penting untuk meningkatkan kualitas diri saya selama kritik tersebut dapat dipertanggungjawabkan. salah satu contoh nyata tersebut pada akhir ujian semester menyebarkan angket/kousioner kepada mahasiswa yang berkaitan dengan proses belajar/mengajar yang saya lakukan selama ini. Inilah contoh bentukm nyata yang berkaitan dengan keterbukaan terhadap kritik mahasiswa terhadap dosen. (KETERBUKAAN)

KOMPONEN B

B.1. Sebutkan produk karya-karya ilmiah (buku, artikel, paten, dll) yang telah Saudara hasilkan dan pihak yang mempublikasikannya. Bagaimana makna dan kegunaannya dalam pengembangan keilmuan. Jelaskan bila karya tersebut memiliki nilai inovatif!

6. Produktivitas ilmiah

Saya sadari bahwa sebagian dosen tidak hanya dituntut memiliki kemampuan mengajar tetapi juga harus memiliki kemampuan dalam penelitian serta pengabdian kepada masyarakat. Selalu ingin saya katakan sejujurnya bahwa produk penelitian belum begitu maksimal hal ini dikarenakan keterbatasan dana pribadi dikarenakan dana penelitian dari kampus belum ada/tersedia. Namun demikian upaya dan semangat untuk melakukan kegiatan penelitian terus dilakukan walaupun masih dalam bentuk penelitian sederhana. Adapun hasil dari penelitian yang saya lakukan pada 6 tahun terakhir ini yaitu penelitian dalam rangka penyusunan tesis (S2) pada Universitas Padjadjaran studi ini atas biaya pemerintah/Beasiswa. Adapun judul penelitian tersebut yaitu “Pengaruh Human Relations Terhadap Semangat Kerja Pegawai Di Sekretariat Daerah Kabupaten Majalengka” (2004). Pada Tahun 2008 penelitian “Kepemimpinan Kepala Desa Dalam Upaya Meningkatkan Partisipasi Masyarakat Dalam Proses Pembangunan Di Desa Cipeundeuy Kecamatan Bantarujeg Kabupaten Majalengka” Pada Tahun 2009 “Pemberian Motivasi Oleh Kepala Dinas Terhadap Efektivitas Pencapaian Target Pajak Daerah Pada Dinas Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten Majalengka” Pada Tahun 2010 “Pembinaan Camat Dalam Upaya Meningkatkan Tertib Administrasi Pemerintahan Desa di Kecamatan Sukahaji Kabupaten Majalengka” Dan sekarang pada tahun 2011 tengah melakukan penelitian dalam rangka penyusunan Disertasi (S3) atas biaya pemerintah pada Universitas Padjadjaran dengan judul Penelitian “Pengaruh Perilaku Aparatur Birokrasi Terhadap Kualitas Pelayanan Sertifikat Tanah Pada Kantor Badan Pertanahan Nasional Di Kabupaten Majalengka (Dalam Proses)”. Penelitian yang penulis lakukan sangat relevan dengan disiplin ilmu saya dan diharapkan menambah wawasan keilmuan dan pengembangan ilmu yang sesuai dengan disiplin ilmu yang saya pelajari. Makna karya ilmiah yang telah saya lakukan baik kepemimpinan, motivasi, pembinaan, human relations dan perilaku memiliki arti dan kegunaan dalam kehidupan secara fungsional dalam rangka memcahkan masalh kehidupan dan pembangunan manusia seutuhnya.

7. Makna dan Kegunaan

Makna karya ilmiah yang telah saya lakukan baik kepemimpinan, motivasi, pembinaan, human relations dan perilaku memiliki arti dan kegunaan dalam kehidupan secara fungsional dalam rangka memcahkan masalh kehidupan dan pembangunan manusia seutuhnya.

8. Usaha Inovatif

Usaha inofatif yang saya lakukan pada saat penelitian yang berkaitan dengan Kepemimpinan Kepala Desa Dalam Upaya Meningkatkan Partisipasi Masyarakat Dalam Proses Pembangunan Di Desa Cipeundeuy Kecamatan Bantarujeg Kabupaten Majalengka adapun bentuk nyata dalam inovatif itu menerapkan pola kepemimpinan dan komunikasi kepala desa yang sesuai dengan budayanya.

B.2. Berikan contoh nyata konsistensi dan target kerja yang Saudara tunjukkan dalam pengembangan keilmuan/keahlian.

9. Konsistensi

Adapun Konsistensi dalam penelitian ini secara jujur belum dilakukan secara maksimal namun upaya ini saya terus lakukan dengan memanfaatkan kepercayaan lembaga kepada saya pada setiap tahun selalu diadakan kegiatan Riset dan Praktek (RISTEK) mahasiswa semester VI pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Majalengka dan saya berperan sebagai pembibing dalam kegiatan tersebut. Dalam kesempatan inilah saya manfaatkan melakukan penelitian adapun karya nyata dalam penelitian tersebut dengan judul Pemberian Motivasi Oleh Kepala Dinas Terhadap Efektivitas Pencapaian Target Pajak Daerah Pada Dinas Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten Majalengka.

10. Target Kerja

Konsistensi dan target kerja terus saya usahakan melalui kegiatan selanjutnya minimal dua kali dalam setahun.

KOMPONEN C

C.1. Berikan contoh nyata penerapan ilmu/keahlian Saudara dalam berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Deskripsikan dampak perubahan dan dukungan masyarakat terhadap kegiatan tersebut !

11. Implementasi Kegiatan

Penerapan ilmu yang sesuai dengan disiplin ilmu saya dalam rangka pengabdian kepada masyarakat yaitu hampir setiap tahun saya lakukan. Berkaitan dengan pelaksanaan kerja nyata mahasiswa (KNM) yaitu sebagai Pembimbing Mahasiswa di lapangan. Bismillah peran saya sekaligus menerapkan ilmu pengetahuan saya melalui kepemimpinan, human relations dan perilaku kepada mahasiswa dan sekaligus sebagai pasilitator antara mahasiswa dengan pemerintahan setempat. Dalam kesempatan pengabdian tersebut saya memanfaatkan untuk mengadakan penelitian walaupun cukup sederhana dengan judul penelitian “Kepemimpinan Kepala Desa Dalam Upaya Meningkatkan Partisipasi Masyarakat Dalam Proses Pembangunan Di Desa Cipeundeuy Kecamatan Bantarujeg Kabupaten Majalengka”. Selain itu saya memberikan penyuluhan kepada afaratur pemerintah desa tentang kepemimpinan juga mengenai administrasi pemerintahan desa.

12. Perubahan

Setelah melakukan pengabdian kepada masyarakat nampak terjadi perubahan positif dan respon baik dari pihak pemerintah desa maupun masyarakat. Perubahanpun terjadi dalam sistem adminsitrasi pemerinatahan desa yang lebih tertib yang selama ini pada umumnya administrasi pemrintahan desa tersebut kurang tertata dengan baik.

13. Dukungan Masyarakat

Hal ini tercermin dari banyak kegiatan yang dilakukan pemerintahan desa mendapat dukungan dan partisifasi masyarakat.

C.2. Berikan contoh nyata kemampuan berkomunikasi dan kerjasama yang Saudara tunjukkan dalam pengabdian kepada masyarakat.

14. Kemampuan Komunikasi

Seperti yang saya jelaskan pada C1 dalam rangka pengabdian kepada masyarakat komunikasi memgang peranan yang sangat penting dalam kepemimpinan tentunya komunikasi yang dilakukan secara persuasif dengan memperhatikan budaya setempat. Dengan melakukan komunikasi tersebut memudahkan kerjasama baik dengan afaratur setempat maupun dengan masyarakatnya.

15. Kemampuan Kerjasama

Seperti yang saya jelaskan pada C1 dalam rangka pengabdian kepada masyarakat komunikasi memgang peranan yang sangat penting dalam kepemimpinan tentunya komunikasi yang dilakukan secara persuasif dengan memperhatikan budaya setempat. Dengan melakukan komunikasi tersebut memudahkan kerjasama baik dengan afaratur setempat maupun dengan masyarakatnya.

KOMPONEN D

D.1. Berikan contoh nyata kontribusi Saudara sebagai dosen, berupa pemikiran untuk meningkatkan kualitas manajemen/pengelolaan institusi (universitas, fakultas, jurusan, laboratorium, manajemen sistem informasi akademik, dll), implementasi kegiatan, dan bagaimana dukungan institusi terhadap kegiatan tersebut.

16. Implementasi Kegiatan

Kontribusi pemikiran saya sebagai dosen untuk kualitas manajemen terutama pada tingkat jurusan atau PRODI banyak yang saya lakukan diantaranya :

  1. perlunya dilakukan secara berkala rapat/pertemuan dosen Pembina mata kuliah baik pada awal maupun akhir perkuliahan sebagai bahan evaluasi dalam proses belajar mengajar (terlealisasi)
  2. perlunya perubahan sistem kredit semester segera diterapkan yang sampai saat ini masih menggunakan sistem paket. Hal ini untuk memberikan kesempatan percepatan studi bagi mahasiswa berprestasi (menapatakan dukungan manajemen namun belum bisa direalisasikan mengingat keadaan dan fasilitas yang belum memadai)
  3. perlunya dibentuk team teaching dalam mata kuliah. Hal ini untuk mengantisipasi kekosongan proses belajar apabila ada dosen yang berhalangan sewaktu-waktu (sudah direalisasikan).
  4. Perlunya dibuat papan Visi, Misi maupun tugas dan fungsi tiap-tiap unit/level manajemen di setiap ruangan (sudah direalisasikan).
  5. Perlunya dibuat rencana strategis program studi baik jangka pendek maupun jangka panjang yang tentunya mengacu pada Visi, Misi Fakultas maupun Universitas (Belum direalisasikan.
  6. Evaluasi kurikulum perlu dilakukan dalam 2 (dua) tahun sekali (sudah direalisasikan).

Masih banyak pemikiran-pemikiran lain kepada manajemen dalam rangka mengingkatkan mutu pembelajaran termasuk pembuatan unit penjaminan mutu (UPM). berdasarkan pemikiran-pemikiran yang sudah saya sampaikan selama ini ternyata berdampak positif sehingga pada tahun 2007 s.d. 2010 saya menjabat sebagai sekretaris prodi administrasi negara dan pada tahun 2011 sampai dengan sekarang saya dipercaya menjabat sebagai ketua program studi administrasi negara dan disinilah saya perlu membuktikan pemikiran-pemikiran saya yang telah saya sampaikan kepada manajemen.

17. Dukungan institusi

berdasarkan pemikiran-pemikiran yang sudah saya sampaikan selama ini ternyata berdampak positif sehingga pada tahun 2007 s.d. 2010 saya menjabat sebagai sekretaris prodi administrasi negara dan pada tahun 2011 sampai dengan sekarang saya dipercaya menjabat sebagai ketua program studi administrasi negara dan disinilah saya perlu membuktikan pemikiran-pemikiran saya yang telah saya sampaikan kepada manajemen.

D.2. Berikan contoh nyata kendali diri, tanggungjawab, dan keteguhan pada prinsip yang Saudara tunjukkan sebagai dosen dalam implementasi manajemen/ pengelolaan institusi

18. Kendali Diri

Saya akui bahwa pemikiran-pemikiran saya selama ini tidak semua dosen menyetujui atau mendukung. Hal ini saya maklumi karena tidak semua pihak setuju atas perubahn tersebut karena mengandung konsekuensi terhadap peningkatan kinerja dosen. Dan disinilah saya harus mampu mengendalikan diri dan bersikap bijaksana atas kenyataan tersebut.

19. Tanggung Jawab

Dan saya harus bertanggung jawab atas pemikiran-pemikiran saya tersebut karena keyakinan saya pemikiran-pemikiran saya cukup rasional dan akan membawa perubahan yang positif dalm rangka meningkatkan kualitas pembelajaran yang akan datang.

20. Keteguhan Terhadap Prinsip

Saya teguh pada prinsif atas pemikiran-pemikiran saya tersebut karena keyakinan saya pemikiran-pemikiran saya cukup rasional dan akan membawa perubahan yang positif dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran yang akan datang.

KOMPONEN E

E.1. Berikan contoh nyata peran Saudara sebagai dosen, baik berupa kegiatan maupun pemikiran dalam meningkatkan kualitas kegiatan mahasiswa dan bagaimana dukungan institusi dalam implementasinya.

21. Peran

Seiring dengan berkembangnya mahasiswa pada fakultas ilmu sosial dan ilmu politik dimana tempat saya bertugas, dinamika dan aktifitas mahasiswa semakin komplek dan belum terorganisir secara baik. Walaupun sudah ada senat mahasiswa namun sering terjadi konflik antar mahasiswa didalamnya yang terkadang konflik tersebut dipicu oleh mahasiswa yang membawa misi organisasi diluar kampus dalam kegiatan senat mahasiswa ini benar-benar kasus yang terjadi dan berakhir dengan kekerasan antar mahasiswa.

22. Implementasi Kegiatan

Saya Melakukan Pembinaan organisasi secara berkala dengan melakukan komunikasi secara terus menerus dan mengawasi terhadap kegiatan mahasiswa. Peran saya saat ini mencoba meneliti apa penyebab konflik tersebut dengan diadakan pembinaan organisasi kemahasiswaan.

E.2. Berikan contoh nyata interaksi yang Saudara tunjukkan dalam peningkatan kualitas kegiatan mahasiswa dan manfaat kegiatan baik bagi mahasiswa institusi Saudara, maupun pihak lain yang terlibat.

23. Interaksi

Betuk contoh interaksi yang saya lakukan yaitu melakukan kegiatan berupa pelatihan dasar kepemimpinan yang dilakukan secara berkala dalam setiap enam bulan sekali.

24. Manfaat Kegiatan

Adapun manfaat kegunaan tersebut mahasiswa lebih memahami pentingnya kepemimpinan dalam organisasi. Sehingga kegiatan yang telah direncanakan lebih terarah kepada tujuan yang telah ditetapkan. Dimana organisasi kemahasiswaan sebagai laboratorium bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan yang diperolehnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s